Jumat, 02 Januari 2015

Multiple Intelligence


Multiple Intelligence merupakan sebuah teori yang digagas oleh Dr. Howard Gardner dan rekan-rekanya di Harvard University. Gardner mendefinisikan kecerdasan sebagai kemampuan untuk memecahkan masalah dan menciptakan produk yang bernilai budaya. Menurutnya, ada 8 kecerdasan dasar yang mencakup berbagai kecerdasan.
  1. Kecerdasan Verbal atau Linguistik. Adalah kemampuan menggunakan kata-kata secara efektif.
  2. Kecerdasan Logis –Matematis (Logikal). Kecerdasan ini melibatkan keterampilan mengolah angka dan atau kemahiran menggunakan logika atau akal sehat.
  3. Kecerdasan Visual atau Spasial. Yaitu kecerdasan gambar atau visualisasi. Kecerdasan ini melibatkan kemampuan untuk memvisualisasikan gambar di dalam kepala seseorang atau menciptakanya dalam bentuk dua atau tiga dimensi.
  4. Kecerdasan Bodily atau Kinestetik-Jasmani. Yaitu kecerdasan seluruh tubuh.
  5. Kecerdasan Musikal. Kecerdasan ini melibatkan kemampuan menyanyikan sebuah lagu, mengingat melodi musik, mempunyai kepekaan akan irama, atau sekedar menikmati musik.
  6. Kecerdasan interpersonal. Yait kemampuan untuk memahami dan bekerja sama dengan orang lain, mulai kemampuan berempati pada orang lain sampai kemampuan memanipulasi sekelompok besar orang menuju suatu tujuan bersama.
  7.  Kecerdasan intrapersonal. Ini adalah kecerdasan memahami diri sendiri dan kecerdasan mengetahui siapa diri kita sebenarnya.
  8. Kecerdasan Naturalis. Kecerdasan ini melibatkan kemampuan mengenali bentuk – bentuk alam.


Kamis, 01 Januari 2015

Contoh Laporan Hasil Presentasi

LAPORAN
HASIL PRESENTASI 





   
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Media Pembelajaran Berbasis IT Dari Dosen Muh. Samsudin S. Ag., M.Pd.


Oleh :

Zahrotun Nur Jannah (20120720013)
Laeli Nurhikmatul Munawaroh (20120720018)
Singgih Prabowo Aji (20120720034)


  
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2014




A. Pendahuluan

Salah satu model desain pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru dalam merencanakan satuan pelajaran yaitu model assure yang secara sistematis merencanakan satuan pelajaran yang efektif memadukan penggunaan teknologi  dan media di dalam ruang kelas.

B. Uraian Pelaksanaan

1. Tempat dan Waktu
Waktu pelaksanan diskusi:
Hari dan Tanggal : Senin, 19 Mei 2014
Waktu                   : 20.00 sampai 20.35 WIB
Tempat                 : Ruang FAI
Judul Makalah : Model Assure
Penyaji                 : Kelompok IV 
                                 Laeli Nurhikmatul Munawaroh
                             Zahtotun Nur Jannah
                             Singgih Prabowo Aji
Peserta                 : 18 Orang

2. Proses Jalannya Diskusi
a. Pembukaan
Moderator membuka diskusi dengan mempersilahkan penyaji untuk mempresentasikan materi.

b. Pembahasan materi
1) Penyaji 1 : Laeli Nurhikmatul Munawaroh
Penyaji pertama menyajikan pengertian model assure, menjelaskan tahapan – tahapan dari model assure dalam perancangan satuan pelajaran dan menjelaskan tahapan pertama yaitu analisis peserta didik dilanjutkan dengan penentuan standar dan tujuan.

2) Penyaji 2 : Zahrotun Nur Jannah
Penyaji kedua  menyajikan mengenai pemilihan strategi, teknologi, media dan materi serta penggunaan teknologi, media dan materi.

3) Penyaji 3 : Singgih Prabowo Aji
Penyaji ketiga menyajikan mengenai meteri keharusan partisipasi peserta didik dan evalusi serta revisi.

c. Tanya Jawab
Dalam presentasi ini terdapat dua pertanyaan yang diajukan oleh 2 mahasiswi.
1) Penanya: Yelyana Dwi A. 
“Apakah terdapat kelemahan dari model assure?”
Jawaban:
Dalam desaian model assure terdapat kelamahan atau keterbatasan yaitu: pertama, model assure tidak mengukur dampak terhadap proses belajar karena tidak didukung oleh komponen supersistem. Kedua, akan adanya penambahan tugas bagi seorang guru. Ketiga, perlu adanya upaya khusuk dalam mengarahkan peserta didik untuk persiapan kegiatan belajar mengajar.

2) Penanya: Khodijah Ummul M.
“Apakah model assure benar – benar berjalan di dunia pendidikan saat ini ?”
“Apa contoh penilaian autentik dalam dunia pendidikan  ?”
Jawaban: 
Iya, pastinya model assure ada yang menerapkan didunia pendidikan, hal ini dapat dilihat dari banyaknya penelitian maupun pengembangan pendidikan terkait model assure yang dapat digunakan oleh guru, serta dapat dilihat dari guru yang berhasil dalam melaksanakan proses pembelajaran. Hal ini kemungkinan besar karena guru tersebut melakukan perencanaan mata pelajaran yang akan diberikan kepada peserta didik. 
Contoh penilaian autentik adalah guru menilai portofolio yang dibuat oleh peserta didik baik perorangan maupun kelompok dari berbagai aspek, guru menilai kinerja peserta didik dari kegiatan kerja kelompok yang dilakukan, dan lain sebagainya. 

d. Penutup
Diskusi ditutup oleh moderator dengan menyimpulkan hasil materi sekaligus menutup mata kuliah pada hari tersebut.

C. Kesimpulan

Dalam sebuah kegiatan jika direncanakan lebih dahulu, maka tujuan dari kegiatan tersebut akan lebih terarah dan lebih berhasil. Itulah sebabnya seorang guru maupun calon guru harus memiliki kemampuan untuk menerapkan disain model pembelajaran dalam merencanakan mata pelajaran yang akan disampaikan. 
Disain model assure merupakan salah satu disain pembelajran yang dapat digunakan oleh guru dalam merencanakan mata pelajaran yang secara efektif memadukan teknologi dan media untuk mendukung dan meningkatkan pembelajaran peserta didik. 

Sabtu, 20 Desember 2014

Al - Qur'an

Diantara kemudahan Allah terhadap manusia bahwa Dia tidak saja memberikan sifat yang bersih yang dapat membimbing dan memberi petunjuk kepada mereka ke arah kebaikan, tetapi juga dari waktu ke waktu Dia mengutus seorang rasul kepada umat manusia dengan membawa al-Kitab dari Allah dan menyuruh mereka beribadah hanya kepada Alllah saja, menyampaikan kabar gembira dan  memberikan peringatan. Agar yang demikian menjadi bukti bagi manusia.

“Rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (an-Nisa [4] :165)

Qur’an adalah risalah Allah kepada manusia semuanya. Banyak nas yang menunjukan hal itu, baik di dalam Al-Qur’an maupun di dalam sunah.

“Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.” (al-Furqan [25] : 1)

Definisi Qur’an
Qara’a mempunyai arti mengumpulkan dan menghimpun; dan qira’ah berarti menghimpun huruf-huruf dan kata-kata satu dengan yang lain dalam suatu ucapan yang tersusun rapi.

Qur’anah disini berarti qira’atuhu (bacaanya atau cara membacanya). Jadi kata itu adalah masdar menurut wazan (tasrif, konjungsi) “fu’lan” dengan vokal “u” seperti “gufran” dan “syukran”. Kita dapat mengatakan qara’tuhu, qur’an, qira’atan wa qur’anan, artinya sama saja. Disini maqru’ (apa yang dibaca) diberi nama Qur’an (bacaan); yakni penamaan maf’ul dengan masdar.

وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ

“Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu.” (an-Nahl [16] : 89)

Para ulama menyebutkan definisi Qur’an yang mendekati maknya dan membedakanya dari yang lain dengan menyebutkan bahwa “Qur’an adalah Kalam atau Firman Allah yang diturunkan kepada Muhammad s.a.w yang pembacanya merupakan suatu ibadah.”

Nama dan Sifatnya

Allah menamakan Qur’an dengan beberapa nama, di antaranya :
•    Qur’an (al-Isra [17] 9)
•    Kitab (al-Anbiya [21] 10)
•    Furqan (al-Furqan [25] 1)
•    Zikr (al-Hijr [15] 9 )
•    Tanzil (asy-Syu’ara’ [26] 192)

Dalam firmanya :

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” (al-Hijr [15] 9 )

Allah telah melukiskan Qur’an dengan beberapa sifat, diantaranya :
  • Nur (Cahaya) : an-Nisa’ [4] 174
  • Huda (Petunjuk ), Syifa’ (Obat), Rahman (Rahmat), Mau’izah (Nasihat) : Yunus [10] 57
  • Mubin (Yang Menerangkan) : al-Ma’idah [5] 15
  • Mubarak (Yang Diberkati) : al-An’am [6] 92
  • Busyra (Kabar Gembira) : al-Baqarah [2] 97
  • Aziz (Yang Mulia) : Fussilat [41] 41
  •  Majid (Yang Dihormati) : al-Buruj [85] 21
  • Basyur (Pembawa Kabar Gembira) dan Nazir (Pembawa Peringatan) : Fussilat [41] 3-4

Kamis, 30 Oktober 2014

Fungsi IF

Assalamu'alikum Wr. Wb.

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang materi Ms. Excel pada penggunaan rumus if.
pada dasarnya rumus if berfungsi untuk menghasilkan suatu nilai (memberikan jawaban) bila logical test menyatakan BENAR/TRUE (sesuai dengan kriteria 0), demikian juga sebaliknya akan memberikan jawaban lain apabila hasilnya salah (bukan yang diisyaratkan).
Bentuk umum dari fungsi ini adalah:

=IF(logical_text,value_if_true,value_if_false)

Artinya apabila ekspresi logical benar, maka peritah pada value_if_true yang akan dilaksanakan, sebaliknya apabila ekspresi logikal salah, maka perintah pada value_if_false yang akan dilaksanakan.

Misalnya:
Isilah kolom yang kosong dengan ketentuan:
  • apabila dia lulus, maka dia mendapat ijazah
  • apabila dia gagal, maka dia mengulang.


Berdasarkkan ketentuan diatas, maka penggunaan logika if adalah:

=IF(B3="lulus";"dapat sertifikat";"mengulang")

Soal 2


  • Jika gol I maka jabatan kepala sekolah
  • jika gol II maka jabatan guru 
Maka penggunaan logika if adalah:

=IF(C2="I";"kepala sekolah";"guru")

Penggunaan ; dapat diganti dengan , (koma saja). tergantung pengaturan dalam ms excel anda.
Sekian. Semoga bermanfaat.