Senin, 05 Januari 2015

Taare Zameen Par


Film yang mengisahkan tentang seoarang anak bernama Ishaan Awasthi  yang kesulitan dalam membaca maupun menulis. Dia selalu melihat dunia dengan imajinasinya. Setiap pelajaran mendapat nilai jelek, sehingga membuat guru-gurunya geram. Padahal, kakak lelakinya yang bernama Yohaan merupakan siswa favorit juga atletik hebat.


Puncaknya, orang tua Ishaan memindahkannya ke boarding school. Namun di sekolah barunya juga tak jauh berbeda. Bahkan Ishaan yang tadinya memiliki hobi melukis justru di sekolah barunya kini berhenti melukis.


Sampai akhirnya ada seorang guru baru bernama Ram Shankar Nikumbh yang mau melatih Ishan agar bisa seperti layaknya anak - anak lain.


Pada akhir cerita, Nikumbh menggelar kontes melukis bagi semua guru dan siswa. Dan dari kontes tersebut akan dipilih lukisan terbaik untuk dijadikan cover buku akhir tahun sekolah. lukisan yang terpilih yakni milik Ishaan dan Nikumbh.


Film ini mengajarkan tentang hakikat memahami dan mendidik anak. Setiap anak yang terlahir di dunia memiliki keunikan masing -  masing, dengan potensi luar biasa yang dilmilikinya. Sudah menjadi tugas orang tua untuk lebih mengetahui perkembangan dan pertumbuhan anak agar tidak salah dalam mendidik anak.

Dan guru yang baik adalah guru yang mau tahu siapa muridnya, kenapa dengan muridnya, mengapa dengan muridnya, dan bagaimana dengan muridnya.

Film “Taare Zameen Par” Amir Khan ini perlu di tonton oleh semua orang, terutama oleh orang tua dan guru. 


Sutradara         : Aamir Khan
Produser           : Aamir Khan
Penulis              : Amole Gupte
Tanggal Rilis    : 21 December 2007
Durasi               : 140 min.
Negara             : India
Bahasa             : Hindi dan English
Pemain             : Aamir Khan sebagai Ram Shankar Nikumbh
                           Darsheel Safary sebagai Ishaan Awasthi
                           Tisca Chopra sebagai Maya Awasthi/Ma
                           Vipin Sharma sebagai Nandkishore Awasthi/Papa
                           Sachet Engineer sebagai Yohaan Awasthi/Dada

Minggu, 04 Januari 2015

Banyak Anak Banyak Rezeki. Benarkah ???


Orang tua yang baik adalah orang tua yang dapat mendidik anaknya menjadi sholeh dan sholehah yang tumbuh dan berkembang hidup untuk beribadah kepada Allah SWT. Mengapa demikian ?

Karena anak sholeh dan sholehah secara tidak langsung memberikan keberkahan dan nikmat kepada kedua orang tuanya dan kehadiranya merupakan sebuah rezeki yang dapat melahirkan ragam kebaikan.

Namun, jika kedua orang tua gagal mendidik anaknya dengan benar dan baik, maka mereka akan tumbuh dalam kondisi tidak mengenal Allah, bahkan bisa jadi anaknya akan membuat orang tua lupa kepada Allah, sehingga yang seharusnya anak menjadi rezeki justru menjadi musibah.

Jadi  “banyak anak banyak rezeki” hanya akan berlaku bagi orang tua yang banyak anak serta sungguh - sungguh mendidik anaknya dengan pendidikan yang baik dan benar. Sehingga mereka tumbuh dan berkembang sebagai anak yang akan membawa rezeki kepada kedua orang tuanya.

Jumat, 02 Januari 2015

Multiple Intelligence


Multiple Intelligence merupakan sebuah teori yang digagas oleh Dr. Howard Gardner dan rekan-rekanya di Harvard University. Gardner mendefinisikan kecerdasan sebagai kemampuan untuk memecahkan masalah dan menciptakan produk yang bernilai budaya. Menurutnya, ada 8 kecerdasan dasar yang mencakup berbagai kecerdasan.
  1. Kecerdasan Verbal atau Linguistik. Adalah kemampuan menggunakan kata-kata secara efektif.
  2. Kecerdasan Logis –Matematis (Logikal). Kecerdasan ini melibatkan keterampilan mengolah angka dan atau kemahiran menggunakan logika atau akal sehat.
  3. Kecerdasan Visual atau Spasial. Yaitu kecerdasan gambar atau visualisasi. Kecerdasan ini melibatkan kemampuan untuk memvisualisasikan gambar di dalam kepala seseorang atau menciptakanya dalam bentuk dua atau tiga dimensi.
  4. Kecerdasan Bodily atau Kinestetik-Jasmani. Yaitu kecerdasan seluruh tubuh.
  5. Kecerdasan Musikal. Kecerdasan ini melibatkan kemampuan menyanyikan sebuah lagu, mengingat melodi musik, mempunyai kepekaan akan irama, atau sekedar menikmati musik.
  6. Kecerdasan interpersonal. Yait kemampuan untuk memahami dan bekerja sama dengan orang lain, mulai kemampuan berempati pada orang lain sampai kemampuan memanipulasi sekelompok besar orang menuju suatu tujuan bersama.
  7.  Kecerdasan intrapersonal. Ini adalah kecerdasan memahami diri sendiri dan kecerdasan mengetahui siapa diri kita sebenarnya.
  8. Kecerdasan Naturalis. Kecerdasan ini melibatkan kemampuan mengenali bentuk – bentuk alam.


Kamis, 01 Januari 2015

Contoh Laporan Hasil Presentasi

LAPORAN
HASIL PRESENTASI 





   
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Media Pembelajaran Berbasis IT Dari Dosen Muh. Samsudin S. Ag., M.Pd.


Oleh :

Zahrotun Nur Jannah (20120720013)
Laeli Nurhikmatul Munawaroh (20120720018)
Singgih Prabowo Aji (20120720034)


  
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2014




A. Pendahuluan

Salah satu model desain pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru dalam merencanakan satuan pelajaran yaitu model assure yang secara sistematis merencanakan satuan pelajaran yang efektif memadukan penggunaan teknologi  dan media di dalam ruang kelas.

B. Uraian Pelaksanaan

1. Tempat dan Waktu
Waktu pelaksanan diskusi:
Hari dan Tanggal : Senin, 19 Mei 2014
Waktu                   : 20.00 sampai 20.35 WIB
Tempat                 : Ruang FAI
Judul Makalah : Model Assure
Penyaji                 : Kelompok IV 
                                 Laeli Nurhikmatul Munawaroh
                             Zahtotun Nur Jannah
                             Singgih Prabowo Aji
Peserta                 : 18 Orang

2. Proses Jalannya Diskusi
a. Pembukaan
Moderator membuka diskusi dengan mempersilahkan penyaji untuk mempresentasikan materi.

b. Pembahasan materi
1) Penyaji 1 : Laeli Nurhikmatul Munawaroh
Penyaji pertama menyajikan pengertian model assure, menjelaskan tahapan – tahapan dari model assure dalam perancangan satuan pelajaran dan menjelaskan tahapan pertama yaitu analisis peserta didik dilanjutkan dengan penentuan standar dan tujuan.

2) Penyaji 2 : Zahrotun Nur Jannah
Penyaji kedua  menyajikan mengenai pemilihan strategi, teknologi, media dan materi serta penggunaan teknologi, media dan materi.

3) Penyaji 3 : Singgih Prabowo Aji
Penyaji ketiga menyajikan mengenai meteri keharusan partisipasi peserta didik dan evalusi serta revisi.

c. Tanya Jawab
Dalam presentasi ini terdapat dua pertanyaan yang diajukan oleh 2 mahasiswi.
1) Penanya: Yelyana Dwi A. 
“Apakah terdapat kelemahan dari model assure?”
Jawaban:
Dalam desaian model assure terdapat kelamahan atau keterbatasan yaitu: pertama, model assure tidak mengukur dampak terhadap proses belajar karena tidak didukung oleh komponen supersistem. Kedua, akan adanya penambahan tugas bagi seorang guru. Ketiga, perlu adanya upaya khusuk dalam mengarahkan peserta didik untuk persiapan kegiatan belajar mengajar.

2) Penanya: Khodijah Ummul M.
“Apakah model assure benar – benar berjalan di dunia pendidikan saat ini ?”
“Apa contoh penilaian autentik dalam dunia pendidikan  ?”
Jawaban: 
Iya, pastinya model assure ada yang menerapkan didunia pendidikan, hal ini dapat dilihat dari banyaknya penelitian maupun pengembangan pendidikan terkait model assure yang dapat digunakan oleh guru, serta dapat dilihat dari guru yang berhasil dalam melaksanakan proses pembelajaran. Hal ini kemungkinan besar karena guru tersebut melakukan perencanaan mata pelajaran yang akan diberikan kepada peserta didik. 
Contoh penilaian autentik adalah guru menilai portofolio yang dibuat oleh peserta didik baik perorangan maupun kelompok dari berbagai aspek, guru menilai kinerja peserta didik dari kegiatan kerja kelompok yang dilakukan, dan lain sebagainya. 

d. Penutup
Diskusi ditutup oleh moderator dengan menyimpulkan hasil materi sekaligus menutup mata kuliah pada hari tersebut.

C. Kesimpulan

Dalam sebuah kegiatan jika direncanakan lebih dahulu, maka tujuan dari kegiatan tersebut akan lebih terarah dan lebih berhasil. Itulah sebabnya seorang guru maupun calon guru harus memiliki kemampuan untuk menerapkan disain model pembelajaran dalam merencanakan mata pelajaran yang akan disampaikan. 
Disain model assure merupakan salah satu disain pembelajran yang dapat digunakan oleh guru dalam merencanakan mata pelajaran yang secara efektif memadukan teknologi dan media untuk mendukung dan meningkatkan pembelajaran peserta didik. 

Sabtu, 20 Desember 2014

Al - Qur'an

Diantara kemudahan Allah terhadap manusia bahwa Dia tidak saja memberikan sifat yang bersih yang dapat membimbing dan memberi petunjuk kepada mereka ke arah kebaikan, tetapi juga dari waktu ke waktu Dia mengutus seorang rasul kepada umat manusia dengan membawa al-Kitab dari Allah dan menyuruh mereka beribadah hanya kepada Alllah saja, menyampaikan kabar gembira dan  memberikan peringatan. Agar yang demikian menjadi bukti bagi manusia.

“Rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (an-Nisa [4] :165)

Qur’an adalah risalah Allah kepada manusia semuanya. Banyak nas yang menunjukan hal itu, baik di dalam Al-Qur’an maupun di dalam sunah.

“Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.” (al-Furqan [25] : 1)

Definisi Qur’an
Qara’a mempunyai arti mengumpulkan dan menghimpun; dan qira’ah berarti menghimpun huruf-huruf dan kata-kata satu dengan yang lain dalam suatu ucapan yang tersusun rapi.

Qur’anah disini berarti qira’atuhu (bacaanya atau cara membacanya). Jadi kata itu adalah masdar menurut wazan (tasrif, konjungsi) “fu’lan” dengan vokal “u” seperti “gufran” dan “syukran”. Kita dapat mengatakan qara’tuhu, qur’an, qira’atan wa qur’anan, artinya sama saja. Disini maqru’ (apa yang dibaca) diberi nama Qur’an (bacaan); yakni penamaan maf’ul dengan masdar.

وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ

“Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu.” (an-Nahl [16] : 89)

Para ulama menyebutkan definisi Qur’an yang mendekati maknya dan membedakanya dari yang lain dengan menyebutkan bahwa “Qur’an adalah Kalam atau Firman Allah yang diturunkan kepada Muhammad s.a.w yang pembacanya merupakan suatu ibadah.”

Nama dan Sifatnya

Allah menamakan Qur’an dengan beberapa nama, di antaranya :
•    Qur’an (al-Isra [17] 9)
•    Kitab (al-Anbiya [21] 10)
•    Furqan (al-Furqan [25] 1)
•    Zikr (al-Hijr [15] 9 )
•    Tanzil (asy-Syu’ara’ [26] 192)

Dalam firmanya :

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” (al-Hijr [15] 9 )

Allah telah melukiskan Qur’an dengan beberapa sifat, diantaranya :
  • Nur (Cahaya) : an-Nisa’ [4] 174
  • Huda (Petunjuk ), Syifa’ (Obat), Rahman (Rahmat), Mau’izah (Nasihat) : Yunus [10] 57
  • Mubin (Yang Menerangkan) : al-Ma’idah [5] 15
  • Mubarak (Yang Diberkati) : al-An’am [6] 92
  • Busyra (Kabar Gembira) : al-Baqarah [2] 97
  • Aziz (Yang Mulia) : Fussilat [41] 41
  •  Majid (Yang Dihormati) : al-Buruj [85] 21
  • Basyur (Pembawa Kabar Gembira) dan Nazir (Pembawa Peringatan) : Fussilat [41] 3-4